Kisah JULAIBIB -radhiyallahu 'anhu
.
🌾 Tersebutlah satu kisah seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang bernama Julaibib radhiyallahu 'anhu. Sahabat ini bukan termasuk orang terpandang di kalangan kaum Anshar. Perawakannya juga kurang bagus (wajah dan posturnya boleh dikata buruk) . Sahabat ini termasuk dalam kategori orang miskin, tidak memiliki harta dan sanak keluarga. Meskipun demikian, beliau sangat dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena ketakwaan yang ada pada dirinya.
.
🌾 Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin menikahkannya dengan salah seorang putri sahabat Anshar. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi rumah sahabat Anshar ini dan berkata: "Nikahkanlah putrimu denganku".
.
🌾 Mendengar ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat tadi tanpa berpikir panjang langsung menerima tawaran Rasulullah. Satu kesempatan yang sangat berharga, dan suatu kebanggaan tak ternilai ketika terjalin hubungan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
🌾 Akan tetapi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, bahwa pinangan ini bukan untuk dirinya.
"Kalau begitu pinangan ini untuk siapa, wahai Rasulullah?" katanya dengan penuh tanda tanya.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Untuk Julaibib".
Dengan penuh kebingungan sahabat itu menjawab: "Baiklah, wahai Rasulullah! Tetapi aku harus bermusyawarah terlebih dahulu dengan istriku".
.
🌾 Pergilah sahabat ini menemui istrinya. Terlintas di benaknya, apa kata orang jika putriku menikah dengan Julaibib ?! Bagaimana martabat keluarganya?!
.
🌾 Setelah bertemu dengan istrinya, iapun menceritakan pinangan Rasulullah. Dia berkata: "Wahai, istriku. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminang putrimu," serta merta istrinya menjawab: "Iya, aku sangat setuju".
"Akan tetapi Rasulullah tidak meminang untuk dirinya, " jelas sang suami. "Lantas untuk siapa pinangan itu," tanya istrinya penuh keheranan. "Rasulullah meminangnya untuk Julaibib radhiyallahu 'anhu ," tandasnya. Istrinya menjawab: "Untuk Julaibib ? Tidak! Aku tidak setuju. Jangan engkau nikahkan dengannya!"
Mereka enggan memiliki seorang menantu seperti Julaibib radhiyallahu 'anhu yang tidak memiliki apa-apa.
.
🌾 Demikianlah, keadaan sebagian orang tua yang terkadang lebih mengutamakan dunia seseorang dari pada agamanya.
.
🌾 Percakapan itu ternyata terdengar oleh putrinya. Lantas bagaimana dengan sikap putrinya mendengar pinangan dari Rasulullah?
.
🌾Tak disangka, ketika bapaknya hendak beranjak pergi untuk menolak pinangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terdengarlah suara dari dalam kamar: "Siapakah yang telah meminangku, wahai ayah?"
.
.
ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻤُﺆْﻣِﻦٍ ﻭَﻟَﺎ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٍ ﺇِﺫَﺍ ﻗَﻀَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﺃَﻣْﺮًﺍ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺨِﻴَﺮَﺓُ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِﻫِﻢْ
.
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. (- Al-Ahzâb/33 ayat 36 -). Terimalah pinangan itu, karena ia tidak akan menyia-nyiakanku. Ketahuilah, aku tidak akan menikah kecuali dengan Julaibib radhiyallahu 'anhu !"
.
.
.
Tak terperi, kebahagiaan pun meliputi Julaibib radhiyallahu 'anhu. Istri yang shalihah akan segera menjadi pendamping hidupnya. Kehidupan baru akan segera ia jalani.
.
.
.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya: "Siapa saja yang gugur di jalan Allah?"
.
Mereka menjawab: "Fulan dan fulan, wahai Rasulullah". Mereka tidak menyebutkan nama yang dicari oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , yakni Julaibib radhiyallahu 'anhu . Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali menanyakan kepada para sahabat, dan jawaban mereka sama.
.
.
.
.
.
Sepeninggal Sahabat Julaibib radhiyallahu 'anhu, wanita itu menjadi seorang yang kaya raya di kalangan kaum Anshar. Semua itu berkat doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: "Ya, Allah! Curahkanlah kebaikan untuknya. Dan jangan Engkau menjadikan untuknya kehidupan yang susah".
.
Wallahu Ta'ala a'lam bishshawab.
.
●●● Kisah di atas di sebutkan dalam SHAHIH MUSLIM & TAFSIR IBNU KATSIR.

EmoticonEmoticon